fbpx

Desain Pruduk

Desain Produk

atau dalam bahasa keilmuan disebut juga Desain Produk Industri, adalah sebuah bidang keilmuan atau profesi yang menentukan bentuk/form dari sebuah produk manufaktur, mengolah bentuk tersebut agar sesuai dengan pemakainya dan sesuai dengan kemampuan proses produksinya pada industri yang memproduksinya.

Sebagai contoh : desainer produk mendesain kursi tidak hanya agar kursi tersebut tampak bagus, tetapi juga agar nyaman diduduki dan mudah untuk diproduksi.

Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 

Tujuan dasar dari segala upaya yang dilakukan oleh seorang/sebuah team desainer produk dalam kerjanya adalah untuk membuat hidup lebih nyaman, menyenangkan, dan efisien. Kursi kantor yang nyaman, pisau dapur yang nyaman dipakai oleh orang berusia lanjut dan mainan yang aman dimainkan dan dapat merangsang anak-anak untuk belajar adalah contoh-contoh hasil kreasi para desainer produk yang dihasillkan dengan memperlajari manusia pada saat melakukan aktivitasnya dalam bekerja, di rumah, ataupun di lain tempat. Dengan mempelajari bagian-bagian produk yang langsung berinteraksi dengan manusia pemakainya tersebut, diharapkan selain dapat dihasilkan produk-produk yang aman terhadap penggunanya juga aman terhadap lingkungan. Pada akhirnya dari sentuhan seorang/team desainer produk lahirlah sebuah produk yang elegant yang membuat masyarakat ingin untuk membelinya.

Para desainer produk juga dapat bekerja diluar lingkup sebuah produk, meliputi packaging, pameran, interior, dan -pada beberapa kasus-, corporate identity. Lebih jauh, dengan teknologi informasi yang semakin berkembang menjadi kompleks, desainer produk juga dapat bekerja untuk menyederhanakan softwareyang menjalankan berbagai macam produk.

Seorang desainer produk dibekali dengan pola pikir untuk mencari jalan yang lebih baik dan inovatif untuk mengerjakan sesuatu. Mereka melakukan pendekatan pada kerjanya sebagai sebuah sistem pemecahan masalah dengan mengajukan pertanyaan “bagaimana orang ingin melakukan perjalanan ?” dan bukan langsung menyatakan “Ayo kita bikin mobil lagi” .

Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, desainer produk mengembangkan dan menjelajahi ruang lingkup alternatif yang lebar melalui gambar dan model, kemudian menyempitkankan desainnya secara terarah dengan melakukan seleksi alternatif melalui tes tolak ukur kebutuhan pengguna dan kemampuan manufaktur.

Istilah “Desain Produk Industri” atau “Industrial Design” muncul pertama pada awal abad 20 sebagai pendeskripsian dari proses pendahuluan secara kreatif yang dilakukan oleh artis individu terhadap barang-barang yang diproduksi secara massal. Untuk mengatasi rumitnyanya sebuah proses produksi massal, desainer produk bekerja sama dengan profesi lain yang terlibat untuk menghasilkan, mengembangkan, dan memanufaktur produk. Profesi tersebut diantaranya adalah ahli marketing, mekanik, teknisi desain manufaktur dan programmer software. Bersama dengan spesialis ilmu faktor manusia, desainer produk menyelenggarakan tes daya guna produk untuk meyakinkan bahwa sebuah produk dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan penggunanya, dan dan seringkali mereka mengatur ulang komponen-komponen atau bagian-bagiannya untuk membuat produk-produk lebih efisien untuk diproduksi dan mudah untuk dirakit, diperbaiki dan di daur ulang.

Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, 
Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk, Desain Pruduk,

Desain Produk industri menghubungkan pengetahuan tentang teknologi dan seni visual dengan pengetahuan tentang manusia. Sebagai pelengkap dari pemahaman secara umum tentang sains fisika, prisip-prinsip teknik, ergonomi, estetik, dan meterial dan prodes industri, desainer produk industri harus memiliki dasar yang kuat dalam ilmu pengetahuan sosial, seperti psikologi, sosiologi dan anthropologi dan seni komunikasi,seperti fotografi, video, cetak, dan media elektronik.

Tips Merancang Strategi Bisnis Online di Bidang Jasa Desain

Jasa Desain

Jasa Desain

Segala bentuk penyampaian informasi terutama yang berkaitan dengan promosi di media onlinemenuntut adanya tampilan visual yang bisa memberi gambaran, menggali  imajinasi, menggugah emosi, dan tentunya menjaring ketertarikan para pembaca. Hal ini membuka ruang yang luas bagi para pekerja desain grafis untuk menjual jasanya sebagai eksekutor di berbagai media online, baik itu yang berkaitan dengan produk hasil fotografi, gambar, logo, atau branding.

 

Peluang bisnis desain grafis memang menjanjikan, namun persaingannya juga tidak kalah ketat. Berbekal seperangkat komputer/laptop, software desain, dan jaringan Internet, Anda bisa memulai bisnis desain grafis secara online. Berikut ini adalah beberapa tips merancang strategi bisnis online di bidang jasa desain.

1. Buat website

Buat website

Untuk memperkenalkan jasa Anda, bukalah sebuah halaman website. Anda bisa memanfaatkan blog gratis jika modal Anda terbatas, namun akan lebih baik jika website tersebut dibuat dengan domainsendiri, sehingga berkesan lebih bonafid. Buatlah tampilan yang elegan dan informatif, supaya bisa merepresentasikan kemampuan Anda sebagai seorang seniman digital.

2. Siapkan portofolio

Siapkan portofolio

Sebagai seorang desainer, Anda tentu harus memiliki konsep-konsep yang kreatif dan cemerlang. Portofolio merupakan hal penting yang bisa digunakan sebagai aset untuk menunjukkan kualitas, kualifikasi, dan kesungguhan dalam bidang yang Anda tekuni.

 

Selain portofolio, Anda bisa juga menyiapkan konsep desain dalam kemasan siap pakai. Jadi jika ada klien yang membutuhkan jasa Anda secara cepat, Anda tinggal mengganti  isi konten, judul, dan materi tambahan lainnya yang diperlukan.

3. Terapkan trik marketing online

Terapkan trik marketing online

Terapkan trik marketing online

Bisnis online memang harus memaksimalkan berbagai fasilitas online marketing yang ada, baik itu gratis maupun berbayar. Manfaatkan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) untuk memunculkan dan mendongkrak usaha Anda. Anda bisa mengoptimalkan website atau blog yang Anda miliki, selain itu Anda juga bisa memanfaatkan berbagai platform pemasaran seperti:

Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain

  • Aplikasi pemasaran online

Daftarkan bisnis Anda di Google Places, yaitu fitur iklan berbasis lokasi yang disediakan Google agar bisnis Anda bisa muncul di daftar pencarian teratas. Ada juga Google Adsense, yaitu pemasaran dengan memanfaatkan mesin pencari (Sarch Engine Marketing), yang memungkinkan bisnis Anda muncul di situs-situs yang tergabung dalam jaringan Google dalam berbagai bentuk teks, gambar, flash, atau video.

 

  • Media sosial

Anda bisa memanfaatkan berbagai channel jejaring sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest,  hingga YouTube. Buatlah akun khusus dan bangun sebuah forum desain yang tidak hanya bisa digunakan untuk memperkenalkan jasa Anda, namun juga mengedukasi dan menginspirasi orang lain dengan apa yang Anda kerjakan. Konsep softselling seperti ini merupakan cara pemasaran yang murah dan efektif, serta bisa meningkatkan branding usaha Anda.

 

  • E-mail

Ketika order mulai berdatangan, Anda akan membutuhkan email untuk mengirimkan hasil pekerjaan kepada klien. Email memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam hal penerimaan ekstensi gambar, karena mungkin saja klien meminta file dengan format mentah seperti CDR, PSD, PDF, AI, dan sebagainya, dan hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh media lain seperti media sosial atau sejenisnya.

4. Menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang berkaitan dengan bidang Anda

Menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang berkaitan dengan bidang Anda

Menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang berkaitan dengan bidang Anda

Perusahaan-perusahaan advertising atau web developer memiliki keterkaitan yang tinggi dengan desain grafis. Anda bisa mengambil celah tersebut dengan menawarkan jasa desain untuk memenuhi kebutuhan materi-materi visual pendukung pekerjaan mereka.

5. Imbangi dengan offline marketing

Imbangi dengan offline marketing

Imbangi dengan offline marketing

Jangan hanya terpaku pada pemasaran online, kembangkan pula usaha Anda secara offline. Jalinlah relasi dengan banyak pihak, hadiri event-event atau workshop yang berkaitan dengan bidang yang Anda tekuni. Hal-hal yang demikian bisa membuka jalan bagi Anda untuk menemukan calon-calon klien yang potensial.

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas desain grafis yang ada. Tidak tertutup kemungkinan orang-orang dalam komunitas tersebut memiliki banyak proyek, dan Anda berkesempatan untuk ikut mengelola salah satu proyek yang sedang mereka tangani.

Demikanlah sedikit pembahasan mengenai strategi bisnis online di bidang desain. Semoga bermanfaat.

 

Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain Jasa Desain, Jasa Desain, Jasa Desain

Desain Produk dan Jasa

Desain Produk dan Jasa
Desain Produk dan Jasa

Desain Produk dan Jasa

Desain Produk dan Jasa

Berbagai Pilihan Strategi Produk Menunjang Keunggulan Bersaing

Terdapat banyak pilihan dalam pemilihan, penetapan, dan perancangan produk. Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk atau jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien. Seperti contohnya rumah sakid melakukan spesialisasi pada berbagai jenis pasien dan prosedur kesehatan. Organisasi seperti Shouldice Hospital melakukan diferesiansi melalui produk mereka. Mereka menawarkan barang yang sangat unik. Taco bell telah mengembangkan dan menjalankan sebuah strategi biaya rendah melalui desain produk.

Stategi Toyota adalah respons cepat dalam melayani kebutuhan pelangannya. Toyota telah menjadikan desai mobil tercepat dalam dunia otomotif. Waktu desain yang lebih singkat memungkinkan Toyota memasarkan mobil sebelum selera pelanggan berubah dan melakukan proses desain dengan teknologi dan inovasi baru. Keputusan produk sangatlah mendasar bagi strategi organisasi dan berdampak luas terhadap seluruh fungsi operasi.

Siklus Hidup Produk

Produk-produk dilahirkan. Mereka hidup dan mati. Mereka disingkirkan oleh masyarakat yang terus berubah. Terlepas dari perpanjangan siklus, tugas manajer operasi tetaplah sama. Jika proses operasi tidak dapat berjalan secara efektif pada tahapan ini, maka perusahaan mungkin dibebani dengan produk pecundang yakni produk yang tidak dapat diproduksi secara efisien mungkin bahkan tidak layak diproduksi sama sekali.

Siklus Hidup dan Strategi

Sebagaimana para manajer operasi harus siap mengembangkan produk baru, mereka juga harus siap mengembangkan strategi untuk produk baru yang sudah ada. Strategi produk yang berhasil mengharuskan penetapan strategi terbaik untuk setiap produk berdasarkan posisinya pada setiap hidupnya. Di bawah ini, kita meninjau beberapa pilihan strategi saat produk bergerak di sepanjang siklus hidupnya.

  • Fase perkenalan, karena produk-produk pada fase perkenalan ini sedang disesuaikan dengan kondisi pasarnya dan teknik-teknik produksinya, mungkin diperlukan pengeluaran lain-lain untuk penelitian, pengembangan produk, modifikasi dan perbaikan proses serta pengembangan pemasok.
  • Fase pertumbuhan, dalam fase pertumbuhan, desain produk telah mulai stabil dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif.
  • Fase kematangan, saat sebuah produk mencapai kematangan, pesaing mulai bermunculan. Produksi dalam jumlah besar dan inovatif sangatlah sesuai pada fase ini. Pengendalian biaya yang sangat baik, berkuranganya pilihan dan potongan lini produk mungkin akan efektif atau diperlukan untuk meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar.
  • Fase penurunan, manajemen mungkin perlu sedikit kejam pada produk yang siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yang hamper mati biasanya adalah produk yang buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial.

Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa

Analisis Produk Berdasarkan Nilai

Manajer operasi yang efektif memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Hal itu merupakan prinsip pareto yang diterapkan pada bauran produk. Sumber daya diinvestasikan pada permasalahan yang sedikit, tetapi penting bukan pada yang banyak, tetapi sepele. Kontribusi yang rendah dari produk tertentu jika dilihat persatuan mungkin akan tampak sangat berbeda jika hal itu mempresentasikan sebagian besar nilai penjualan dalam perusahaan.

Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang memungkinkan untuk setiap produk. Hal ini dapat meliputi pertambahan arus uang, peningkatan penetrasi pasar, atau mengurangi biaya,. Laporan juga dapat menginformasikan pasa manajemen mengenai produk yang harus dihilangkan, gagal, tidak boleh diinvestasikan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan atau modal.

MENGHASILKAN PRODUK BARU

Karena produk-produk biasanya mati yang tidak perlu harus dibuang dan digantikan, Karena perusahaan menghasilkan hamper semua pendapatan dan keuntungan dari produk-produk baru, definisi dan desai harus dilakukan terus menerus.

Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa, Desain Produk dan Jasa

Peluang Produk Baru

Pengembangan produk baru yang agresif mengharuskan organisasi membangun struktur internal yang membuka komunikasi dengan pelanggan, budaya organisasi inovatif, penelitian dan pengembangannya agresif, kepemimpinannya kuat, bonusnya bersifat formal, serta pelatihan.

  1. Memahami pelanggan merupakan permasalahan utama dalam pengembangan produk baru. Banyak produk penting biasanya dipikirkan pertama kali, bahkan dibentuk pleh pengguna dan bukan oleh produsen.
  2. Perubahan ekonomis menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran pada jangka panjang, tetapi siklus ekonomi dan harga berubah pada jangka pendek.
  3. Perubahan sosiologis dan demografis dapat muncul pada beberapa faktor seperti berkurangnya ukuran keluarga. Tren ini merubah prefensi pada ukuran rumah, apartemen, dan mobil
  4. Perubahan teknologi yang membuat segalanya, mungkin dari telepon genggam hingga Ipod hingga jantung buatan
  5. Perubahan politik atau peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tariff yang baru, dan juga persyaratan kontrak yang baru dengan pemerintah.
  6. Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standart profesional, pemasok dan distributor.

Manajer operasi harus menyadari adanya faktor-faktor ini dan dapat mengantisipasi perubahan dalam peluang produk, produk itu sendiri, volume produk dan bauran produk.

Hai, ada yang bisa di bantu ?

Chat with us on WhatsApp